
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Galuh (YPG), Dr. Tr. Drs. H. Agun Gunanjar Sudarsa, Bc.I.P., M.Si., membeberkan cara menciptakan lapangan pekerjaan bagi wisudawan Universitas Galuh (Unigal).
Langkah strategis tersebut dinilai menjadi jalan keluar konkret di tengah sempitnya penyerapan tenaga kerja formal saat ini. Agun mendesak para lulusan baru untuk mengubah orientasi dari pencari kerja menjadi kreator peluang ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Agun saat memberikan sambutan dalam prosesi wisuda Unigal di Gedung Dakwah KH Irfan Hielmy Islamic Center (IC) Ciamis, Selasa, 9 Juni 2026.
Di hadapan sekitar 400 wisudawan, politisi senior ini menyoroti potret makro situasi nasional yang kian kompetitif.
Ia menegaskan bahwa tantangan riil yang dihadapi para sarjana baru tidak hanya terbatas pada pencarian nafkah, tetapi juga ujian integritas.
Agun memaparkan, situasi sulit saat ini kian diperparah oleh persoalan sistemik, mulai dari maraknya praktik korupsi hingga angka kemiskinan yang fluktuatif.
Fenomena global dan regional ini menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk tidak sekadar mencetak lulusan bergelar akademik.
Lebih dari itu, kampus bertanggung jawab melahirkan sumber daya manusia yang jeli, cerdas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Ringkasan Berita
Redefinisi Peran Lulusan Perguruan Tinggi
Guna merespons ketidakpastian ekonomi tersebut, YPG Unigal mendorong para alumni muda untuk mengambil peran aktif dalam menggerakkan roda ekonomi bawah.
Lulusan sarjana tidak lagi dididik untuk bersikap pasif atau sekadar menunggu panggilan wawancara dari korporasi besar.
Transformasi pola pikir dinilai menjadi modal fundamental dalam meretas keterbatasan lapangan kerja konvensional.
“Kita tidak boleh berdiam diri dan terjebak dalam pola pikir lama. Formulasi mengenai cara menciptakan lapangan pekerjaan bagi wisudawan harus dimulai dari keberanian mengeksekusi gagasan secara mandiri,” tegas Agun.
Ia menambahkan, langkah awal penumbuhan jiwa kewirausahaan ini harus disandarkan pada komitmen moral yang kuat untuk membawa kemaslahatan publik.
Di sisi lain, Agun mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial dalam mengarungi dinamika kehidupan bermasyarakat pascakampus.
Sikap saling menghargai perbedaan pemikiran dan menghormati gagasan kelompok lain disebut sebagai sebuah keniscayaan. Para alumni diharapkan menghindari konflik pro-kontra tidak produktif yang berpotensi memperkeruh situasi di lapangan.
Dalam analisisnya, Agun menyebut sinergi kelembagaan dan personal sebagai variabel penentu dalam cara menciptakan lapangan pekerjaan bagi wisudawan di era modern.
Skema kerja individual dinilai tidak lagi relevan untuk menjawab kompleksitas industri modern. Oleh sebab itu, persatuan dan kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi kunci utama untuk melahirkan unit usaha baru yang berkelanjutan.
Menggagas Kolaborasi Interdisipliner
Secara teknis, ia mencontohkan potensi kolaborasi yang dapat dibangun antara lulusan Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi Unigal.
Alumnus rumpun teknik dapat berfokus pada inovasi produk atau standardisasi sistem produksi tepat guna.
Sementara itu, alumnus ekonomi mengambil peran dalam menyusun proyeksi finansial, manajemen operasional, hingga strategi pemasaran digital.
“Setiap disiplin ilmu memiliki instrumen analisis yang saling melengkapi. Forum-forum diskusi antaralumni harus dioptimalkan untuk merumuskan cara menciptakan lapangan pekerjaan bagi wisudawan secara terukur,” lanjut Agun.
Melalui komunikasi berkala, hambatan awal dalam merintis usaha seperti keterbatasan modal dan riset pasar dapat dipecahkan bersama.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta optimalisasi potensi pedesaan disebut sebagai laboratorium utama bagi para lulusan baru.
Konsep pemetaan masalah (problem mapping) di desa-desa dapat dikonversikan menjadi peluang bisnis, misalnya lewat digitalisasi rantai pasok pertanian.
Langkah ini dinilai efektif untuk menciptakan multiplier effect bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Agun berpesan agar para lulusan Unigal tidak menunda momentum untuk memulai pergerakan ekonomi dari skala terkecil.
Setiap peluang yang ada di lingkungan sekitar harus segera dimusyawarahkan agar dapat diimplementasikan secara kolektif.
Kampus meyakini bahwa bekal keilmuan yang diperoleh selama masa perkuliahan telah membentuk kompetensi yang memadai.
Selain memberikan pokok-pokok pikiran terkait cara menciptakan lapangan pekerjaan bagi wisudawan, Agun juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran rektorat.
Ucapan selamat ditujukan kepada Rektor Unigal atas keberhasilan sejumlah program studi yang berhasil meraih predikat akreditasi unggulan.
Capaian ini mempertegas posisi institusi dalam peta persaingan pendidikan tinggi nasional.
Rentetan prestasi yang diraih Unigal belakangan ini diharapkan menjadi suntikan kepercayaan diri bagi seluruh wisudawan yang dilepas ke masyarakat.
Pihak yayasan optimistis, dengan kombinasi integritas moral dan penguasaan sains, cara menciptakan lapangan pekerjaan bagi wisudawan dapat diterapkan secara masif.
Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Unigal dalam menekan angka pengangguran terdidik.





